Minggu, 08 Januari 2012

Perekrutan TAPP



Langsung saja bro...Sebelum melaksanakan tahapan perencanaan partisifatif BKM dan pihak Kelurahan melakukan perekrutan Tenaga Ahli Perencanaan Partisipatif (TAPP), proses pelaksanaan kegiatan ini dimulai dengan rembug warga yang dihadiri oleh BKM, aparatur kelurahan dan perwakilan tokoh masyarakat untuk merencanakan tahapan dan proses perekrutan ini (fasilitatornya hadir juga lho...), maka dari itu sebelumnya sedikit saya selaku fasilitator menjelaskan tugas Tenaga Ahli Perencanaan Partisipatif yang meliputi, tetapi tidak terbatas pada hal-hal sebagai berikut :
• Memahami rencana kerja dan strategi kegiatan perencanaan partisipatif Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK).
• Melakukan perumusan rincian rencana kerja pelaksanaan perencanaan partisipatif, sesuai rencana kerja PLP BK.
• Melakukan pertemuan dan diskusi untuk membahas perkembangan pelaksanaan Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK).
• Melakukan pertemuan internal tim inti perencanaan, untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang dapat menghambat proses perencanaan partisipatif dengan melibatkan Tim Teknis Pemda dan Tim Konsultan (Korkot/Korkab dan Tim KMW)
• Melaksanakan dan mengendalikan pelaksanaan setiap tahapan kegiatan PLP BK, sesuai rencana kerja rinci perencanaan partisipatif yang telah disepakati.
• Berperan aktif dalam melaksanakan setiap tahapan perencanaan partisipatif.
• Melaporkan hasil-hasil capaian kegiatan perencanaan partisipatif, kepada BKM dan Pemerintah Desa.
Lingkup kegiatan Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas yang harus dilakukan oleh Tenaga Ahli Perencanaan Partisipatif, meliputi :
1) Tahap Persiapan Proses Perencanaan Partisipatif
  • Serangkaian kegiatan sosialisasi masyarakat terhadap berbagai aspek dalam penataan permukiman.
  • Bimbingan dan pengutan UP-UP BKM/LKM untuk pelayanan masyarakat.
2) Tahap Penyusunan Rencana Penataan Lingkungan Permukiman (RPLP) (Perencanaan Makro)
  • Review perencanaan untuk menggali informasi kebijakan dan rencana-rencana pembangunan Pemerintah Kabupaten.
  • Penyiapan Peta Dasar
  • Kegiatan Pemetaan Swadaya (Pengumpulan data, peta dan informasi wilayah Kelurahan/Desa)
  • Membangun visi atau cita-cita masa depan
  • Menyusun Rencana Pengembangan Permukiman Kelurahan/Desa secara partisipatif
3) Tahap Penyusunan Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) Kawasan Prioritas (Perencanaan Mikro)
  • Membuat Kesepakatan Penetapan Kawasan Prioritas
  • Perencanaan Lingkungan Mikro / Kawasan Prioritas (RTPLP)
  • Melakukan analisis pengembangan kawasan RTPLP
  • Menyepakati rencana penataan bangunan dan lingkungan
  • Penyusunan Rencana Detail Sub Proyek
  • Proses Konsultasi Publik
4) Tahap Penyusunan Rencana Program Investasi Jangka Menengah Pembangunan Desa
  • Indikasi Program pembangunan Kelurahan/Desa,
  • Program pembangunan kawasan prioritas atau kawasan RTPLP terpilih,
Penetapan program-program prioritas pembangunan untuk jangka waktu satu tahun atau program tahunan pembangunan kawasan/sub kawasan prioritas.
5) Tahap Uji Publik Produk Perencanaan Partisipatif.

Dari pemaparan diatas bagaimana bapak-bapak cukup mengerti tugas TAPP itu apa????sahut fasilitator "Ngerti pakkkkkkkk" serempak warga menjawab....he...he...mantapss. kemudian peserta rembug menyepakati kriteria dan persyaratan TAPP, (salah satu diantaranya "TAPP kudu siap ditempatkeun di Margawati") pesenan warga lho, kemudian menyepakati teknis dan media informasi lowongan kerja untuk TAPP yaitu melalui pamplet lowongan kerja yang ditempel ditempat-tempat strategis, iklan lowongan kerja di koran lokal , ataupun kordinasi dengan pihak dinas yang ada dan menjelaskan mengenai perekrutan TAPP, ohhh ya lupa tuh...diradio juga dulu sempat BKM umumkan mengenai perekrutan ini, selain hal diatas peserta pun merencanakan jadwal dan waktu perekrutan, tes dan interview, serta penyepakatan penugasan TAPP terpilih.

Dan.....satu minggu kemudian...
Dapat deh TAPP???????????????


Yang perlu diperhatikan...
Upaya perekrutan tenaga ahli pendamping, merupakan tugas BKM bersama Lurah/Kepala Desa yang didampingi oleh Tim Koordinator Kabupaten/Kota. Langkah-langkah yang perlu dilakukan, adalah:

Perekrutan Tenaga Pendamping akan dilaksanakan oleh Lurah akan dilakukan dengan tahapan :

1. Perumusan dan memahami kriteria dan syarat-syarat Tenaga Ahli Pendamping Perencanaan oleh BKM dan Lurah / Kepala Desa yang difasilitasi oleh Tim Koordinator Kabupaten/Kota.

b. Proses pencarian kandidat tenaga pendamping melalui iklan di surat kabar lokal .

Pada iklan ini akan dijelaskan tujuan perekrutan, persyaratan teknis serta ketentuan administratif terkait. Rentang waktu dari proses pengumuman hingga penutupan adalah 1 minggu.

Persyaratan teknis utama adalah:

1. Sarjana (S1) Arsitektur / Perancangan Kota, Telah lulus >5 tahun, berpengalaman minimal >3 tahun dalam proyek perencanaan permukiman kota, atau perancangan kota, atau RTBL.

2. Memiliki pengalaman proyek perencanaan/ perancangan (pembangunan kawasan) dengan pendekatan partisipatif > 1 tahun.

c. Proses seleksi terhadap tenaga pendamping

Kandidat tenaga pendamping akan diseleksi pertama kali berdasarkan persyaratan teknis kemudian administratif. Setelah diperoleh maksimal 3 kandidat terbaik, maka akan dilakukan proses wawancara. Kemudian setelah diperoleh calon terpilih, maka calon tersebut akan menandatangani kontrak individu dengan Lurah dan BKM/LKM

d. Pelatihan bagi Tenaga Pendamping

Pelatihan tenaga pendamping perlu dilakukan agar diperoleh persamaan persepsi mengenai pelaksanaan program PLP-BK terutama tugas dan tanggung jawab sebagai Tenaga Pendamping dan peran yang perlu dilakukan dalam TIPP.

Jadiiii...Tenaga ahli pendamping teh adalah tenaga ahli perencanaan dan pemasaran yang akan direkrut dan ditugaskan untuk medampingi dan memperkuat kapasitas BKM dan Lurah / Kepala Desa dalam melaksanakan setiap tahapan PLP BK, yang fokus pada kegiatan perencanaan partisipatif dan pemasaran

Ti Bekasi Ulin Ka Margawati...

Photo bareng di Bukit Pangangonan Kampung Taringgul.

Jalan-jalan ke desa yukkk...

Melihat kolam lele yang dikelola oleh warga setempat.

Jajan dulu pak...murah meriah lho, opak, rangingan, kicimpring,
buat oleh-oleh ke Bekasi

Ternyata enak juga yaaa...kicimpring plus sambel rujak

Pak Anang menjelaskan kegiatan penataan dan pengembangan
lingkungan di Kampung Taringgul

Ayo Margawati, maju bersama untuk mandiri...

MARGAWATI - BEKASI

Saaya-aya...Singkong rebus, wajit, opak, papais sareung ranginang

Temu BKM, silaturahmi dan diskusi...

Akhirnya sampai juga...Welcome to Margawati...

Forum BKM Kecamatan Bekasi Utara terus berbenah. Tidak mau ketinggalan dengan Forum BKM Kecamatan Jati Asih dan Pondok Gede yang sudah lebih dulu bergerak aktif. Melalui beberapa kali pertemuan dengan tema yang beragam, dicetuskan sebuah gagasan untuk melakukan study tour. Terpilihlah Kelurahan Margawati di Kecamatan Garut Kota sebagai tempat yang akan dituju. Kelurahan Margawati merupakan lokasi penerima program Neighborhood Development (ND) tahun 2009.
Semula direncanakan kunjungan pada akhir Maret. Kegiatan akhirnya digelar pada 9 - 10 April 2011. Sekira pukul 08.00 WIB, bus Metropolitan dengan penumpang sekitar 60 orang meluncur dari halaman Kantor Kecamatan Bekasi.
Selain BKM dari lima kelurahan, turut serta dalam rombongan adalah Tim 2, Pokja PAKET, Staf PJOK dan TA CB OC 4 Provinsi Jawa Barat (Jabar). Peserta dari BKM berasal dari Kelurahan Harapan Baru, Harapan Jaya, Marga Mulya, Perwira dan Kali Abang. Bu Imas, TA CB OC 4 Jabar, dijemput di Cileunyi—maklum, TA yang satu ini mantan preman. Suka cegat kendaraan di tengah jalan. Piiiiiiiis!
Setengah jam setelah adzan Dzuhur, kami tiba di TKP... Eits, belum deng! Baru dua pertiga perjalanan. Masih sekitar satu jam lagi perjalanan yang harus ditempuh. Seluruh rombongan segera turun dari bus. Hal pertama yang kami terima, bus tidak dapat parkir di lapangan. Bus harus turun dan parkir di ujung jalan Margawati. Hal kedua, sebuah truk sudah disiapkan untuk membawa kami ke TKP sebenarnya.
Perjalanan yang cukup mendebarkan, karena jalanan yang ditempuh meliuk dan menikung, plus sempit! Bahkan, di beberapa titik harus berpapasan dengan kendaraan lain. Tanjakan yang terjal, turunan yang curam, dahan dan ranting yang melintang di tengah jalan mendorong seluruh peserta untuk berteriak atau bergerak refleks menghindar.
Satu jam kemudian—setelah badan cukup terguncang, uuuugh!—akhirnya tiba juga, persis di depan sebuah lapangan sepakbola yang berdampingan dengan kantor BKM Margawati.
Selepas berjabat tangan dan disambut pribumi, seluruh rombongan langsung menikmati nasi yang telah disiapkan. Bertempat di sisi timur lapangan dan di atas bale bambu, plus pandangan dapat ditebar ke sekitar lembah santap siang jadi terasa mantaaaaaab!
Sebuah gagasan yang bagus, lapangan sepakbola menjadi media promosi dengan mengundang tim dari luar Garut. Melakukan sepakbola Tarkab (AntarKabupaten) atau Tarkot (AntarKota) merupakan pengembangan dari Tarkam (AntarKampung)—istilah yang dipaksakan. Hehe..
Pukul 14.30 WIB, seluruh peserta memasuki kantor BKM. Pandangan pertama tertuju pada maket ND. Memasuki ruangan berikutnya, hampir seluruh dinding dapat berbicara. Berisikan berbagai informasi kegiatan PNPM MP, PAKET dan ND. Sebuah laptop dan infocus sudah terpasang. Berbagai hidangan tradisional telah tersaji. Ada opak, wajit, gula aren, dodol, singkong dan rangginang.
Acara diawali pembukaan oleh Sekretaris BKM Margawati. Dilanjutkan sambutan lurah. Sambutan berikutnya dari Koordinator FBKM Kecamatan Garut Kota Herdiman.
“Sejak awal kita berkomitmen untuk menjadi relawan. Cap relawan akan terus tertanam dan harus terus tertanam. Relawan pantang mengeluh. Itulah buah dari pengabdian. Nilai-nilai kebaikan seolah tumbuh. Bahkan seperti ada yang baru, yaitu Budaya PNPM. Melalui PNPM, kami berupaya menghilangkan budaya aing-aingan,” ujar Pak Herdiman, yang terasa begitu teduh ke dalam hati.
“Saya yakin, rekan-rekan dari Bekasi menikmati perjalanan dengan truk menuju Margawati,” lanjut dia, yang langsung ditimpali dengan tawa rombongan Bekasi Utara. “Silaturahmi sangat penting untuk dilakukan. Jika dapat, saling mengunjungi,” katanya lagi.
“Ya, Pak. Kami tunggu kunjungan BKM Garut di Kota Bekasi,” celetuk Marhawi, UPL BKM Perwira.
Suasana yang akrab dan renyah berlangsung sejak awal hingga acara berakhir. Ada jeda serius manakala Koordinator BKM Margawati memaparkan capaian ND dengan tajuk “Ulin Ka Margawati” (bahasa Sunda: Main ke Margawati—Red). Sebuah pembelajaran sedang berproses secara menyeluruh.
Selepas itu, acara dilanjutkan dengan tanya jawab.
Acara ditutup dengan penyerahan cendera mata dari kedua belah pihak. BKM Margawati menyerahkan miniatur Domba Garut. Sementara dari FBKM Bekasi Utara menyerahkan piagam.
Selepas acara di kantor BKM, seluruh peserta meninjau usaha kerajinan bulu mata yang dikelola oleh Gapoktan Sinartani. Kemudian meninjau ternak domba adu, ternak sapi, mengunjungi wisata lele dan berburu opak khas Garut. Seluruh peserta mesti dua kali naik turun truk untuk mengunjungi tempat tersebut.
Oleh-oleh sudah didapat. Ada kripik, pisang, topi dan miniatur Domba Garut. Ada jabat tangan, senyum, tawa dan canda. Bahkan ada harapan, impian dan doa. Semoga wisata edukasi di Margawati akan berbuah perubahan bagi seluruh pelaku PNPM di Kota Bekasi. Perubahan menuju perbaikan. (P2KP Advanced Kota Bekasi)

Siapa pun bisa jadi relawan...



Siapapun dapat menjadi relawan, selama memiliki semangat dan jiwa kerelawanan. Relawan tidak tergantung dari kelompok masyarakat mana dia berasal.
Menurut hemat saya... alah bahasana meuni jiga pengamat politik wae nya??? Dalam rangka keberlanjutan program penanggulangan kemiskinan di masyarakat maka peran para relawan menjadi sangat penting, terutama untuk terus menjaga dinamika masyarakat. Kondisi yang perlu terus dipertahankan bagi keberadaan peran para relawan ini adalah dengan terus memelihara semangat dan jiwa kerelawanannya. Hasilnya adalah semakin tumbuhnya kebersamaan (social cohesion), yang merupakan dampak positif dari tindakan kerelawanan.
Baik atas prakarsa pemerintah maupun prakarsa BKM/LKM bersama unsur perangkat kelurahan/desa perlu terus (i) Membangun jejaring kebersamaan, (ii) peningkatan kapasitas, (iii) mengupayakan penghargaan dan pengakuan dari Pemda.
Salah satu komponen penting bagi keberlanjutan peran para relawan dalam penanggulangan kemiskinan adalah dengan ”manajemen relawan” melalui perencanaan, pelaksanaan, dan monitoring aktivitas kerelawanan secara terbuka dan bertanggung jawab (prinsipnya: transparansi dan akuntabilitas). Dengan demikian hasil kerja para relawan ini menjadi semakin nyata dan berarti di masyarakat (Relawan juga kan manusia).
Identifikasi dan pendaftaran relawan Kelurahan Margawati terdiri dari beberapa relawan yang sudah ada, anggota BKM, aparat desa, tokoh masyarakat dan sesepuh desa, kelompok seni budaya lokal, kelompok tani dan ternak serta kelompok peduli (stake holders) lainnya .

Ayo Margawati...



Kuatan tekad, tingkatkeun gawe, raketkeun gotong royong.
Margawati nu urang, ku urang jeung keur urang...

Ngawangun lembur ku gawe bareng, muka jiwa sarerea...

Awasi bersama pelaksanaanya...

Bersama membangun Margawati...

Margawati on air di radio euy...

Photo bareng dulu ah...

Margawati on air...

Coba-coba jadi penyiar radio...

Radio Reks radiona urang Garut...


Selain media cetak berupa pamflet, spanduk dan baligo untuk mensosialisasikan kegiatan Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK), BKM Kelurahan Margawati menggunakan media lain yakni salah satu stasiun radio local (Radio Reks) yang cukup dikenal di Kota Garut.
Mengingat coverage area (wilayah jangkauan—red) radio ini cukup luas dan besar, bahkan sampai ke beberapa wilayah Kecamatan dan Kota yang ada Kabupaten Garut, awalnya saya selaku fasilitator merasa ragu karena selama ini mungkin pertama kalinya saya pribadi dan BKM melakukan sosialisasi melalui radio. Its first time bro….
Setelah bernegosisiasi dengan pihak manajemen Radio Reks akhirnya kami diberi kesempatan untuk on air di radio tersebut pada jadwal dan jam yang telah ditentukan. Cemas sempat melanda kami ketika jadwal on air di Radio nara sumber dari pihak PJOK berhalangan hadir karena ada keperluan lain (kamana nya???). Namun hal itu tidak menyurutkan BKM Margawati yang jauh-jauh datang dari Cilandak ke Kota Garut untuk melakukan sosialisasi di Radio, maklum Margawati sedikit jauh dari pusat kota, belum lagi jalannya yang…..????? Maju terus, pantang mundur pokona mah…
Pak Herdiman selaku Kordinator BKM yang ditemani oleh anggota BKM lainnya pada waktu siaran menjelaskan materi yang telah disiapkan, mengenai Program Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK), mulai dari kegiatan tahap sosialisasi tingkat kelurahan, keterlibatan masyarakat, pemerintahan dan stakeholder lainnya, pendana BLM, konsep dan sasarannya, panjangnya proses pelaksanaan, keterlibatan seluruh unsur aparat pemerintahan serta hal-hal lainnya yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan tersebut.
Dalam sesi selanjutnya, terjadi dialog interaktif antara narasumber dengan pendengar setia Radio Reks Kota Garut. Namun, kesempatan dialog yang hanya terbatas waktunya, ditambah beberapa pertanyaan yang masuk via telepon dan SMS, narasumber tidak mungkin menjawab seluruh pertanyaan. Lihat saja, respon, dukungan dan pertanyaan masyarakat via SMS di komputer operator radio tercatat lebih dari 12 SMS masuk. Syukurlah, meski waktunya singkat, jawaban yang diberikan oleh Pak Herdiman selaku narasumber tampaknya memuaskan para pendengar.
Usai siaran, Pak Herdiman tampak puas, dan sempat berkata kepada Pak Usman, A Opik dan Pak Iwan yang menemani on air “Geuning teu karaos nya siaran sa jam teh!!!.

Kamis, 05 Januari 2012

Sosialisasi tingkat basis dan kelurahan












Kegiatan sosialisasi mempunyai andil dalam keberhasilan pelaksanaan kegiatan PLPBK, dimana salah satu indikatornya adalah pemahaman kritis masyarakat tentang konsep dan tujuan kegiatan ini. Tanpa masyarakat mengetahui dan memahami tujuan kegiatan ini dengan baik, partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan ini mungkin akan rendah dan perubahan sikap dan prilaku akan sulit tercapai.
Oleh karena itu, sebagai langkah awal pengenalan Program Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) kepada masyarakat Kelurahan/Desa sasaran, dilakukan kegiatan sosialisasi awal, kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan pada tingkatan basis (RW/RT), untuk Kelurahan Margawati kegiatan sosialisasi ini secara berkelanjutan dilaksankan di 20 RW/Kampung yang ada, diantaranya di Kp. Cilandak, Kp. Taringgul, Kp. Babakan, Kp. Pasir pogor, Kp. Jungkeuyang, Kp. Peundeuy, Kp. Simurugul, Kp. Cipeuteuy dan beberapa kampung lainnya yang ada di Kelurahan Margawati.

Dimulai dari sosialisasi awal PLPBK